05 September 2023

TIGA VERSI TEMBANG SULUK MANTRA MANYURA

 

Bram Palgunadi



Tembang Suluk Pesisir, akan mempunyai suatu 'image' (kesan) yang berbeda, saat dilantunkan oleh 'panembang' yang berbeda. Tembang Mantra Manyura ini, syairnya berisi doa permohonan kita, kepada Gusti Allah. Tembang ini, dinyanyikan pada pagi hari, menjelang mata-hari terbit itu. 


Syair:

Sun arsa mateg Mantra Manyura, 
Samar kadya tan katon wujude, 
Angelangut jroning wengi, 
Samar kadya ginawa ing samirana, 
O.
Kinembangan Mantra Manyura sajuga, 
Tan samar pamoring suksma, 
Sinuksmaya ing asepi, 
O,
Dhuh Gusti jejimat ingsun, 
Sun memba dadya kang sun karsa, 
O, 
O,


Terjemahan:

Hamba hendak membaca Mantra Manyura, 
Samar bagai tak tampak wujudnya, 
Perlahan terdengar saat malam hari, 
Lamat-lamat bagai terbawa oleh angin, 
O,
Berhiaskan doa-doa, 
Tak ragu akan pancaran jiwa, 
(Yang) dijiwai pada saat sunyi, 
O,
Duh Tuhan azimat hamba, 
Hamba mohon kabulkanlah keinginan hamba, 
O, 
O.

Melantunkan Tembang Mantra Manyura, memang memungkinkan bagi panembang-nya, untuk membebaskan diri dalam mengexpresikan lantunan tembang-nya. Termasuk, juga membebaskan diri, dan memilih kesan yang ingin ditampilkan. Karenanya jika kita mendengarkan ketiga versi Tembang Suluk Mantra Manyura ini, segera akan terasa perbedaan kesan yang ditimbulkannya.



Ini adalah kumpulan beberapa suluk dan ada-ada. Diawali Tembang Suluk Mantra Manyura. Rekaman yang semula selama beberapa tahun, entah bagaimana terselip, dan tersimpan. Rekaman ini, dilakukan sebelum pandemi Covid-19. Dilantunkan dengan gembira oleh saya, dan Mbak Ayu 'Kuke' Wulandari.



Ini adalah Tembang Suluk Mantra Manyura yang dilantunkan oleh Mbak Bunga Dessri Nur Ghaliyah. Meskipun ia berasal dari Tanah Parahyangan, tetapi sama sekali tak terasa intonasi Sundanya. Dilantunkan dengan penuh perasaan dan dengan kehalusan rasa yang luar biasa.



Rekaman yang ketiga ini, dilantunkan oleh Mbak Jane, seorang pegiat 'psichological healing' yang tinggal di Pulau Bali, yang meyakini bahwa Tembang Suluk Mantra Manyura, bisa digunakan sebagai sarana treatment psikologi, untuk menghasilkan ketenangan jiwa. Melantunkannya, jelas melibatkan seluruh emosi, dan penghayatan yang sangat dalam. Diringi dengan 'Tibetan bowl', Tembang Suluk Mantra Manyura memang lalu menghasilkan kesan mistis.

Begitulah kebebasan untuk mengexpresikan suatu tembang disampaikan oleh para pelantun yang berbeda, dan menghasilkan kesan yang jelas berbeda.







Tidak ada komentar: